24 Mar 21:07
2 months ago
text
The Hunger Games

Nonton sendirian. EAAAA. Gw berasa bangga. Padahal mah orang-orang dah sering nonton ke bioskop sendirian. Ok, gw akan buat ini jadi next tradition.

Sebenernya dan sejujurnya, gw agak skeptis lho soal THG dan gw sempet mikir kalau ntarnya akan kayak Twilight. Hahaha. Dan banyak yang meramalkan seperti itu, dan silakan tunggu tanggal maennya aja.

Tapi ya ampun, jahat banget gw, karena THG ini so much quality bok dibandingin Twilight. Satu yang pasti, Jennifer Lawrence. Aduh dia ga cantik-cantik amat tapi kharisma dan charming-nya dapet bok. Sedih gw ngeliatnya #kenapaSedih

Dan sebagaimana pun gw mencoba, gw bukan fans berat bukunya. Entah kenapa mungkin dengan patokan sudut pandang orang pertama jadinya agak menjemukan. Tapi itu dia… maaf yah… ini pertama kalinya gw bilang filmnya lebih bagus dari bukunya. Beneran! Coba, penggambaran Capitol itu masih bias lho di kepala gw tiap kali gw baca. Dan di filmnya digambarkan bagus banget penggambaran Capitol serta orang-orangnya. Dan yang pasti guys, gimana cara mereka membuat ‘game-nya’, terus pake sudut pandang Seneca Crane dengan dunia futuristik yang canggih… mana gw kebayang di filmnya penggambarannya akan indah kayak begitu.

Dan soal ngambil hati, itu bisa banget. Pas reaping, asli acting yang jadi Primrose-nya bagus banget. Dan itu men, itu baru menit ke berapa coba gw dah nangis? Hahahaha. Terus pas adegan-adegan yang tau lah, baca sendiri pasti tau adegan yang sedihnya di mana. Itu ga gw dapet pas bacanya, eh dapet ketang, gw pas baca kedua kalinya juga nangis. Salam tiga jarinya… dah ga ngerti gw.

Terus yang masih ga nerima kalau Josh Hutcherson jadi Peeta, yaaa… coba untuk bisa menerima. Hahaha. Emang dia pendek sih, heran kenapa juga harus pilih yang pendek, tapi kalau gw baca Peeta itu ya Josh dipirangin rambutnya. Dia wajahnya kan innocent gitu kan yah, dah Peeta itu ga digambarin sebagai figur laki macho-macho banget lho di bukunya, cenderung naif dan polos. Jadi ya kalau kata gw cocok-cocok aja. Dan Gale, Katniss, juga cocok.

Jadi mending nonton. Aslinya bagus kok gw mah demen. 8/10

30 Jan 22:48
4 months ago
text
♥ 1 note
The Girl with the Dragon Tattoo (Fincher’s Version)

Akhirnya, nonton juga. Kualitas masih DVDSCR tapi jelas lebih bagus daripada CAM. Ya mending lah, ogah gw kalau harus nunggu lebih lama. Karena ini film yang paling gw tunggu-tunggu… setelah baca bukunya ;D

Yang jelas, gw percaya dengan kekuatan David Fincher untuk membuat film serial-killer bertema, yeps, gw baru sadar bok… kesamaan antara Se7en, Zodiac, ma nih film adalah serial-killer bertema (ini bahasa enaknya apa yah? Pokoknya serial-killer tapi ada motifnya? Ya itu pokoknya). Dan jelas David Fincher berhasil sekalee membuat film dari adaptasi buku sebagai contoh film paling dewa yaitu FIGHT CLUB. Dan belok sedikit temanya bukan kekerasan masih adaptasi buku tapi masih epic THE CURIOUS CASE OF BENJAMIN BUTTON (walaupun buat gw ini filmnya Fincher yang paling weak). Dan membuat film dengan tema FESBUGH tapi buat gw jaw-dropp di tahun 2010 The Social Network. Gw percaya kalau The Girl with the Dragon Tattoo versi Fincher ini ga perlu diragukan lagi. IN FINCHER I TRUST pokoknya mah!

Read More

26 Dec 20:53
5 months ago
text
The Help and To Kill a Mockingbird

Eh iya gw review langsung dua aja deh.

Read More

18 Dec 20:29
5 months ago
text
♥ 1 note
We Need to Talk about Kevin

Ezra Miller.

It’s all because Heath said that he’s not attractive. And first I thought it was Ezra from Pretty Little Liars =)) Then I google’d him, and I found him and… OMG, who’s the pretty boy? And I checked his photos on IMDB, and now…

…I’m officially fangirling brondong. Well, he’s actually my type, kyakya xD

Well, mari kita balik ke Bahasa Indonesia.

Semua karena Ezra Miller. Beneran deh bagi gw cowok Asia itu terbaik. Makanya pas gw liat Ezra ini, gw berwah-wah karena dia wajahnya Asia banget. Di Wikipedia ga ada penjelasan dari mana wajah Asia itu berasal. Gw malah dapet informasi dia itu Yahudi, yang mana udah gw prediksikan dari awal karena namanya Ezra. Dan dari semua hal, yang bikin gw ilfeel cuman satu, umurnya yang bahkan lebih muda daripada adek cewek gw -_-; Iya, gw emang agak-agak ageis gitu deh (maksudnya agak rasis kalau ma yang lebih muda =)) )

Tapi semua ke-ilfeel-an mengenai perbedaan umur yang tiga tahun lebih muda tertutupi dengan kenyataan kalau dia hot banget. Ya emang ada beberapa fotonya yang ga ganteng-ganteng amat, tapi tetep aja dia hot. Dan ditambah dengan kenyataan kalau Tom Kaulitz sekarang kayak Deddy Dores, jadi gw butuh objek fangirl baru. Ya sudah, mari kita ngefans berondong.

Ini review filmnya mana?

Baiklah.

Film baru, diperankan sama Tilda Swinton. Masuk ke festival Cannes, yang mana film festival Cannes terkenal dengan alur yang jauh lebih boring daripada film-film Oscar. Tilda berperan sebagai Eva K. ibunya Kevin. Oh, dan Ezra Miller berperan sebagai Kevin saat udah remaja.

Read More

15 Dec 15:32
5 months ago
text
A Clockwork Orange

Tau ini awalnya karena bukunya genre dystopia dari Goodreads. Jadi rencananya… YEPS… RENCANANYA setelah gw selese baca 1984 gw akan lanjut baca buku ini. Tapi karena gw gagal total ngehabisin 1984 alias ga selese-selese sampe sekarang karena tiap kali gw baca tuh buku gw selalu tidur, akhirnya gw memutuskan mending untuk A Clockwork Orange gw langsung nonton aja.

Tapi pas gw baca resensinya dan ada kata-kata ULTRAVIOLENCE… gw ga suka kekerasan… dan ini ditambah ULTRA, gw sempet mikir mending gw baca bukunya aja dulu untuk mengukur kekerasannya. Jadi semalem gw download e-booknya, dan gw langsung tercengang karena banyak banget kata-kata yang ga gw ngerti. Gw kira karena yang gw download adalah versi UK jadi bahasanya pun bahasa UK, jadi gw memutuskan… ya sudahlah emang segimana sih kekerasannya? Toh sampe sekarang gw fine-fine aja nonton Supernatural (ya eyalah, yang dipantengin kan Jared Padalecki bukan kekerasannya). Jadi gw semalem download via Torrent, gw tinggal tidur, dan paginya dah selese.

Read More

24 Nov 1:49
6 months ago
text
Winter’s Bone

Ah ya.

Alasan pertama nonton film ini adalah karena salah satu saingan The Social Network di Oscar . Alasan kedua karena Jennifer Lawrence. Oh yeah, dan alasan ketiga karena gw udah nimbun ebooknya dari kapan tapi karena yakin ga akan kebaca, akhirnya gw mending tonton aja dulu.

Ceritanya sebenernya simple, cerita seorang anak dari seorang pembuat methamphetamine, tinggal untuk ngurusin ibunya yang gila dan kedua adiknya yang masih kecil. Suatu hari penegak hukum di tempatnya bilang kalau ayahnya ketauan cook meth dan terlibat masalah hukum. Kalau si Ree (Lawrence) ga menemukan ayahnya, rumahnya akan ditarik. Dan setelah itu Ree mencoba mencari ayahnya demi mempertahankan rumah yang merupakan tempat dia serta adik-adiknya juga ibunya tinggal.

Ya, begitu aja.

Well, di situ suka dukanya. Ree mencoba mencari tau ke mana ayahnya via tetangga-tetangganya yang terkenal dengan kemiskinan, dan beberapa pemakai narkoba dan kriminal (termasuk pamannya Ree) yang terlibat sama obat-obatan terlarang, dan di situlah asyiknya. Soalnya yang ditonjolkan dari cerita ini adalah budaya lingkungan di sekitar Ree tinggal, bertepatan di Ozark, yang terkenal dengan pembuatan meth itu. Yang gw tangkep, sebenernya satu lingkungan itu kenal antara satu sama laen, dan masih punya keterikatan saudara, tapi entah kenapa karena di situ gembong narkoba, jadi suasananya ga enak, serba tegang, dan jelas ga kayak di Indonesia yang bener-bener menjunjung asas kekeluargaan. Well sesungguhnya wahai saudara-saudara, tipikal pelem Oscar sih yah, gw sendiri sampe sekarang MASIH GA NGERTI-NGERTI AMAT ceritanya gimana =))

Jadi review ini hanya kebohongan semata.

Read More

15 Nov 8:44
6 months ago
text
The Girl with the Dragon Tattoo (Swedish Version)

Akhirnya gw tonton juga versi Swedia-nya, setelah sekian lama gw mencoba untuk nahan karena gw bener-bener Team Fincher dan demen Rooney Mara. Tapi gw tonton juga karena gw geregetan kepengen tau gimana sih Noomi Rapace berperan sebagai Lisbeth Salander yang legendaris itu. Dan kenapa orang-orang skeptis sama penampilan Rooney Mara. Jadi lah gw download dan tonton.

Ok, dari awal gw liat Noomi Rapace, pendapat gw adalah satu, “KETUAAN!” Karena Lisbeth kan selalu digambarkan sebagai cewek babyface yang keliatan kayak umur empat belas tahun padahal umurnya udah kepala dua. Makanya setiap kali gw baca bukunya, yang gw bayangkan Lisbeth itu Rooney Mara karena dia lebih baby face dan lebih keliatan muda dan emang cocok aja. Jadi kalau tiap gw googling Noomi Rapace, selalu sedih karena bagi gw dia ketuaan jadi Lisbeth. Ah sudahlah. Toh akhirnya gw tonton juga.

Banyak yang bilang versi Swedianya jelek karena seperti movie dengan budget film tv. Gw pas denger kata-kata itu aja udah skeptis tiada tara, dan gw udah bow ke David Fincher dan yakin versi Fincher akan lebih bagus daripada versi aslinya. Tapi pas gw nonton…

…BAGUS AH!

Read More

24 Sep 16:59
8 months ago
text
Meet Joe Black

Alasan kenapa gw nonton film ini, karena ini film yang buat Tom Kaulitz masuk ke WC dan… mungkin nangis kali yah. Hahaha. Yaps, berdasarkan interview emang Tom jadi super sentimentil saat nonton film ini. Dan karena gw ingin merasakan gejolak kontak batin dengan Tom kayak apa, akhirnya gw download film ini.

Yang ternyata… film ini berhasil gw selesaikan dalam waktu tiga minggu. Yaps, tiga minggu.

Tapi kalau kata gw sih film ini bagus lho. Kalau pake bahasa Inggris, “This movie is beautiful.” #alah Pokoknya bagus dan indah banget. Bikin hati hangat. Perasaan miris. Dan yang jelas bikin gw setuju kenapa banyak orang bilang Brad Pitt ganteng, karena aslinya emang ganteng beneran.

Tapi gw lebih demen Anthony Hopkins sih yah. Walaupun pas pertama nongol, “Jah, ada kanibal.” Tapi Hopkins berhasil juga memerankan peran bapak-bapak kaya yang memang kebapakan dan tiba-tiba ingin punya bapak kayak karakter yang dimaenin Hopkins. Jadi gw lupa kalau dia pernah meranin Hannibal Lecter. Next.

Read More

11 Sep 1:05
8 months ago
text
♥ 1 note
Artificial Intelligence

Dah lama ga ngeblog.

Ok, jadi ceritanya gw lagi fangirling gila-gilaan sama Tokio Hotel. Well, scratch that… fangirling THE KAULITZ tepatnya. Ga demen sama Tokio Hotel, lagu mereka yang bagus cuman dikit. Gw demen kembarannya doang. Terus gw liat interview mereka yang ngomongin pelem kegemaran mereka, dan ternyata Bill itu karena memiliki sisi feminin lebih kental, demen nangis kalau nonton pelem. Beda ma Tom yang macho dan cool, jadi ga demen nangis. Dan ngomong-ngomong sama pelem yang buat gw nangis… gw jadi inget pelem ARTIFICIAL INTELLIGENCE. Mari kita review.

Gw nonton ini karena ditugasin sama dosen AI gw. Seumur-umur gw ga pernah denger judulnya, gw kira ini film dengan aktor kelas 3. Tapi pas gw denger sutradaranya Spielberg, gw jadi minat nonton. Hyahaha.

Read More

26 Feb 8:06
1 year ago
text
Bomber

//Indonesian. You have been warned!

Read More